| Divestasi Newmont; Waspadalah terhadap iming-iming Pihak Asing, Juru Bicara Batavia PLC Bermasalah |
|
|
|
| Oleh Ika Wijayanti |
| Selasa, 30 Juni 2009 09:23 |
Kita harus berhati-hati terhadap janji manis Batavia PLC yang akan bergabung dengan PTDMB untuk membeli saham ( PT Newmont Nusatenggara ) PTNNT. Apakah pemerintah mengetahui latar belakang juru bicara Batavia - Robert Bonnier? Sebaiknya kita menguji dengan seksama siapa pun yang mau bermitra dengan pemerintah NTB.Inilah yang saya temukan mengenai latar belakang Robert Bonnier, oleh karena itu, menurut saya pemerintah NTB sebaiknya melakukan investigasi lebih lanjut dan mempertanyakan dengan serius mengenai kredibilitas perusahaan yang potensial menjadi mitra dan orang yang mewakili perusahaan tersebut. Robert Bonnier - yang bekerja sebagai ahli keuangan di Inggris - telah diburu oleh aparat hukum dan memiliki reputasi yang sangat kontroversial dalam dunia bisnis. Usaha apapun yang melibatkan dia, biasanya berakhir buruk untuk perusahaan tersebut. Sebagai seorang pebisnis yang menggunakan dana investasi yang disebut Indigo, Robert mengincar sejumlah perusahaan besar, membeli saham dalam jumlah besar dan mengambil alih perjanjian. Itulah yang terjadi pada Eidos, sebuah perusahaan yang membuat permainan komputer yang contohnya seri Lara Croft Tomb Raider. Ketika saham yang dimiliki Robert mencapai 8 persen, kemudian harga saham tersebut jatuh menjadi sepertiganya. Sekitar Desember 2002, Robert masuk ke bursa saham. Dalam serangkaian penyataan, Robert dikabarkan menggunakan dana investasi Indigonya untuk membeli saham sebuah perusahaan besar - Regus. Pada saat itu, Robert dikabarkan memiliki 15% saham perusahaan tersebut. Harga saham perusahaan itu pun melambung tinggi seiring tingginya minat pembeli. Tapi Robert sebenarnya tidak memiliki posisi dalam perusahaan itu. Sahamnya kemudian terbukti tidak pernah ada. Pengaruhnya hanya menimbulkan spekulasi terhadap harga saham sebenarnya. The Financial Services Authority (FSA), sebuah organisasi keuangan non-pemerintah yang independen, mengatakan bahwa pernyataan Robert adalah 'palsu dan menyesatkan'. Pada tahun 2004, Robert didenda Rp. 4,43 trilyun secara pribadi. Dana investasinya, Indigo, di perintahkan untuk membayar denda sebesar Rp. 968.500.000. Robert dan perusahaan juga dikritik oleh Dewan Penyitaan karena telah mengeluarkan informasi yang menyesatkan. Robert lolos dengan membawa kabur keuntungan sebesar Rp. 9,59 trilyun. Mari kita besikap waspada dan benar-benar memperhatikan semua calon mitra yang menjanjikan iming-iming terhadap masyarakat NTB. Ika Wijayanti Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya Alumni Salah satu universitas swasta di Surabaya, fakultas Hukum, sekarang bertempat tinggal di Mataram. |





Kita harus berhati-hati terhadap janji manis Batavia PLC yang akan bergabung dengan PTDMB untuk membeli saham ( PT Newmont Nusatenggara ) PTNNT. Apakah pemerintah mengetahui latar belakang juru bicara Batavia - Robert Bonnier? Sebaiknya kita menguji dengan seksama siapa pun yang mau bermitra dengan pemerintah NTB.



PLTS PJU ( Penerangan Jalan Umum) mer...
SUMBAWA TAI..!!! Penduduknya SOMBON...
Saya selaku putra daerah Pintupohan p...