Senin, 06 September 2010
Home Serba Serbi Database POTENSI SUMBER DAYA MINERAL YANG DAPAT DIKEMBANGKAN DI PROVINSI NTB - Saran
POTENSI SUMBER DAYA MINERAL YANG DAPAT DIKEMBANGKAN DI PROVINSI NTB
POTENSI SUMBER DAYA MINERAL YANG DAPAT DIKEMBANGKAN DI PROVINSI NTB - Saran PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 18 Juni 2009 16:34
Indeks Artikel
POTENSI SUMBER DAYA MINERAL YANG DAPAT DIKEMBANGKAN DI PROVINSI NTB
POTENSI SUMBER DAYA ENERGI
KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM
Saran
Download
Semua Halaman

III.       Saran
1.    Perlu adanya regulasi yang mengatur cekungan airtanah agar pengam-bilan airtanah dan perlindunghan daerah resapan airtanah terkendali;
2.    Perlu dilakukan pemantauan kualitas dan kuantitas air tanah secara periodik, terutama di wilayah padat pemukiman dan industri.
3.    Pembukaan/perubahan lahan di daerah resapan harus segera diantisipasi untuk menghindari terjadinya penurunan kualitas dan kuantitas air tanah.
IV.       Tindak Lanjut
1.    Pemerintah Daerah segera menyusun regulasi yang mengatur cekungan airtanah agar pengambilan airtanah dan perlindunghan daerah resapan airtanah terkendali;
2.    Program pemantauan kualitas dan kuantitas air tanah secara periodik, terutama di wilayah padat pemukiman dan industri.
3.    Koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka penertiban pembukaan/perubahan lahan ilegal di daerah resapan.


1.2.    Konservasi Lahan Bekas Tambang Batu Apung di Kabupaten Lombok Barat
    Dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan penggalian/penambangan yang mengganggu secara fisik tidak terlalu mengganggu, sedangkan dampak secara langsung adalah limbah padat seperti debu yang berpengaruh pada mata dan pernafasan para pekerja. Sedangkan dampak pencemaran adalah pengeruhan air dan terjadinya pendangkalan saluran air/sungai.
    Dari hasil analisa di laboratorium menunjukkan limbah cair hasil pencucian yang diambil sampelnya tidak ada indikasi air asam tambang, hal ini terlihat dari uji Ph di atas 7,1 begitu juga adanya logam besi (fe), yang terlarut kebanyakan sangat kecil ≤ 1 gr/l dan hanya beberapa > 2 gr/l bahkan sampai 10 gr/l. Dari Analisis parameter lain seperti temperatur, DO, DHL dan TDS masih dalam kondisi normal karena sebagian besar kegiatan masih berskala kecil.
    Sedangkan dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan penambangan dan prosesing/pencucian terhadap hewan seperti sapi, kambing, kerbau dan ayam tidak banyak berpengaruh.
     Dengan adanya kegiatan penambangan dan pencucian/pengolahan batuapung, lahan yang dulunya sulit ditanami, dengan melaksanakan sistem reklamasi yang benar, maka lahan akan akan bertambah subur sehingga dapat ditanami.

 

Untuk mendapatkan bahan dengan data berupa gambar atau photo silakan download dihalaman berikutnya:



Comments
Add New Search
shara   |110.136.217.xxx |2010-06-25 15:02:09
keren,,,,
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Pesan Singkat

Archives
30/08 03:06davidRS
30/08 03:05davidrumah
30/08 03:05davidbiaya
30/08 03:05davidperkemnangan sakit
30/08 03:05davidrumah
30/08 03:05davidperkembangan
30/08 03:05davidbiaya
30/08 03:05davidperkembangan harga kaca mata
25/07 00:22Abraham Litinau * Abraham Litinau PT Pathi Resources yang telah mengantongi Ijin Eksploirasi dari Gubernur NTT telah melakukan pemboran kurang lebih di 44 titik di sekitar kawasan hutan Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti. Masyarakat Sumba Timur menolak keras karena gunung wanggameti adalah satu-satunya sumber air yang menghidupi manusia , binatang dan tumbuh-tumbuhan di wilayah itu. DPRD NTT melalui fraksi-Fraksi telah meminta Gubernur NTT untuk mencabut ijin eksploirasi Tambang rersebut karena tegakan hutan disumba hanya tersisa 6% .
24/07 23:02abraham litinaumohonh keseriuasan gubernur NTT dalam menanggapi persoalan tambgang di kawasan hutan lai wanggi wanggameti kab.sumba timur

Agenda

September 2010
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2