Senin, 06 September 2010
Home Berita Utama Komisi VII Desak BPH Migas Selesaikan Persoalan BBM Bersubsidi
Komisi VII Desak BPH Migas Selesaikan Persoalan BBM Bersubsidi PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 02 Februari 2010 07:14
Jakarta, Tambangnews.com.- Komisi VII mendesak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk segera menyelesaikan persoalan disekitar penyaluran BBM PSO (Bersubsidi). Demikian salah satu kesimpulan rapat dengar pendapat Komisi VII yang dipimpin Wakil Ketua Zainudin Amali (Fraksi PG) dengan Kepala BPH Migas Tubagus Haryono di Gedung Nusantara, Jakarta, Senin, (01/02)

            Menurut Zainudin, persoalan yang dihadapi dalam kegiatan penyaluran BBM PSO (Bersubsidi) cukup banyak. Karena itu Komisi VII berpendapat, hal itu masih membutuhkan penjelasan lebih mendalam.

“Kami minta Kepala BPH  agar melakukan identifikasi terhadap berbagai permasalahan dalam pendistribusian BBM bersubsidi serta langkah penyelesaiannya,” kata Zainudin Amali

Selain itu, Komisi VII juga akan segera mengagendakan kembali rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dirut PT. PETRONAS Niaga Indonesia, Dirut PT. Aneka Kimia Raya (AKR) Corporindo, dan Ketua Umum Hiswana Migas serta Kepala BPH Migas

            Sementara itu, Anggota Komisi VII Heriyanto (Fraksi PD), mempertanyakan sistem pengawasan BPH Migas kepada PT. PETRONAS Niaga Indonesia sebagai perusahaan yang telah ditunjuk menjadi pendamping dalam penyaluran atau pendistribusian BBM bersubsidi

            “Bagaimana BPH Migas mengawasi kegiatan pendistribusian BBM bersubsidi, mengingat Petronas juga mempunyai kesibukan lain dengan usaha milik mereka sendiri,” tanya Heriyanto

            Dirinya mengkhawatirkan, bila nanti terjadi kelangkaan, Petronas akan memaksa masyarakat untuk membeli produk Petronas, dengan dalil mereka siap dengan produk mereka

            “Kita tahu, bahwa tempat atau penjualan Petronas sepi, apa ini tidak dijadikan masalah bila nanti terjadi kelangkaan, mereka memaksa supaya masyarakat petronas karena mereka yang siap, stoknya ada,” tukasnya

            Pada kesempatan itu, Heriyanto juga mempertanyakan bentuk pengawasan yang baik supaya tidak terjadi penyimpangan BBM bersubsidi, mengingat pihak penyaluran atau yang mendistribusikan BBM bersubsidi dan non subsidi adalah perusahaan yang sama. “Apa tidak lebih baik dipisahkan,” tanyanya. (DPR/sw)foto:warni/parle/DS

SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Pesan Singkat

Archives
30/08 03:06davidRS
30/08 03:05davidrumah
30/08 03:05davidbiaya
30/08 03:05davidperkemnangan sakit
30/08 03:05davidrumah
30/08 03:05davidperkembangan
30/08 03:05davidbiaya
30/08 03:05davidperkembangan harga kaca mata
25/07 00:22Abraham Litinau * Abraham Litinau PT Pathi Resources yang telah mengantongi Ijin Eksploirasi dari Gubernur NTT telah melakukan pemboran kurang lebih di 44 titik di sekitar kawasan hutan Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti. Masyarakat Sumba Timur menolak keras karena gunung wanggameti adalah satu-satunya sumber air yang menghidupi manusia , binatang dan tumbuh-tumbuhan di wilayah itu. DPRD NTT melalui fraksi-Fraksi telah meminta Gubernur NTT untuk mencabut ijin eksploirasi Tambang rersebut karena tegakan hutan disumba hanya tersisa 6% .
24/07 23:02abraham litinaumohonh keseriuasan gubernur NTT dalam menanggapi persoalan tambgang di kawasan hutan lai wanggi wanggameti kab.sumba timur

Komentar

 

Agenda

September 2010
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2