Sabtu, 11 September 2010
Home Berita Utama Pertamina Rencanakan Pembangunan Kilang Minyak
Pertamina Rencanakan Pembangunan Kilang Minyak PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 01 September 2009 00:00
Jakarta, Tambangnews.com.- Upaya Pemerintah untuk memenuhi pasokan BBM dalam negeri terus dilakukan degan cara pembangunan kilang Minyak baru. Saat ini Indonesia memiliki 10 (sepuluh) kilang minyak, baik yang dimiliki PT Pertamina (Persero) maupun Badan Usaha swasta lainnya dengan total kapasitas pengolahan kilang minyak adalah sebesar 1,156 juta barrel per hari. 

"Jumlah tersebut berasal dari Kilang yang dimiliki PT Pertamina (Persero), yaitu Pangkalan Brandan berkapasitas pengolahan 4,5 ribu barrel per hari (sudah tidak beroperasi sejak 2007), Dumai (127 ribu barrel per hari), Sungai Pakning (50 ribu barrel per hari), Musi (127,3 ribu barrel per hari), Cilacap (348 ribu barrel per hari), Balikpapan (260 ribu barrel per hari), Balongan (125 ribu barrel per hari), serta Kasim (10 ribu barrel per hari). Selain itu terdapat kilang minyak yang dikelola Pusdiklat Migas Cepu berkapasitas 3,8 ribu barrel per hari." Jelas Kepala Biro Hukum dan Humas Sutisna Prawira  Senin (31/8/2009) lalu. 

Sementara itu, kilang minyak yang dimiliki badan usaha swasta yaitu PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) berlokasi di Tuban dengan kapasitas 100 ribu barrel per hari (bahan baku kondensat). 

"Pada tahun 2008 produksi bahan bakar minyak (BBM) dari seluruh kilang minyak di Indonesia adalah sebesar 740 ribu barrel per hari, sementara itu kebutuhan BBM dalam negeri mencapai 1,1 juta barrel per hari sehingga Indonesia mengalami defisit BBM sebesar 360 ribu barrel per hari (33 persen dari total kebutuhan BBM), sehingga untuk menutup defisit tersebut diperlukan pembangunan kilang minyak baru dengan kapasitas pengolahan sebesar 400 ribu barrel per hari." urainya. 

Untuk meningkatkan kehandalan pasokan BBM dari kilang dalam negeri, saat ini PT Pertamina (Persero) tengah merencanakan pembangunan kilang baru maupun modifikasi kilang existing, yaitu diantaranya pembangunan Kilang Banten yang berkapasitas 300 ribu barrel per hari  di Bojonegara, Banten (tahap awal akan dibangun kilang dengan kapasitas 150 ribu barrel per hari yang diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2015). Pembangunan Kilang Tuban yang berkapasitas 300 ribu barrel per hari  di Tuban, Jawa Timur (mulai beroperasi pada tahun 2016), serta ekspansi Kilang Balongan dengan kapasitas 200 ribu barrel per hari (mulai beroperasi pada tahun 2015). 

Lambatnya realisasi pembangunan kilang minyak antara lain disebabkan besarnya investasi yang diperlukan dan rendahnya margin. Untuk itu dalam rangka mendukung terealisasikannya pembangunan kilang minyak, Direktorat Jenderal Migas telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, yaitu BKPM, Departemen Keuangan, Setjen DESDM, BPH Migas, BPN, dan Pertamina guna membahas dukungan insentif investasi kilang. Sebagai hasilnya, saat ini untuk industri pengolahan minyak bumi telah diberikan insentif fiskal berupa fasilitas pajak penghasilan melalui PP No. 1 tahun 2007 yang telah disempurnakan dengan PP No. 62 tahun 2008.

"Untuk mengupayakan segera terealisasinya pembangunan kilang minyak baru di Indonesia, maka Menteri ESDM telah mengusulkan tambahan insentif selain dari   PP No. 62 tahun 2008 kepada Menteri Keuangan melalui surat Nomor 2843/MEM.M/2009 tanggal 10 Juni 2009."pungkas Sutisna. (sn01)

SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Pesan Singkat

Archives
30/08 03:06davidRS
30/08 03:05davidrumah
30/08 03:05davidbiaya
30/08 03:05davidperkemnangan sakit
30/08 03:05davidrumah
30/08 03:05davidperkembangan
30/08 03:05davidbiaya
30/08 03:05davidperkembangan harga kaca mata
25/07 00:22Abraham Litinau * Abraham Litinau PT Pathi Resources yang telah mengantongi Ijin Eksploirasi dari Gubernur NTT telah melakukan pemboran kurang lebih di 44 titik di sekitar kawasan hutan Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti. Masyarakat Sumba Timur menolak keras karena gunung wanggameti adalah satu-satunya sumber air yang menghidupi manusia , binatang dan tumbuh-tumbuhan di wilayah itu. DPRD NTT melalui fraksi-Fraksi telah meminta Gubernur NTT untuk mencabut ijin eksploirasi Tambang rersebut karena tegakan hutan disumba hanya tersisa 6% .
24/07 23:02abraham litinaumohonh keseriuasan gubernur NTT dalam menanggapi persoalan tambgang di kawasan hutan lai wanggi wanggameti kab.sumba timur

Artikel Terkait

Komentar

 

Agenda

September 2010
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2