Kamis, 24 Juli 2014
Home Berita Utama Hanura Anggap Kenaikan BBM Keputusan Yang Salah

Daerah

 
Hanura Anggap Kenaikan BBM Keputusan Yang Salah PDF Cetak E-mail
Oleh Erwin S Siregar   
Rabu, 07 Maret 2012 10:33

Hanura Anggap Kenaikkan BBM Keputusan Yang SalahJakarta, Tambangnews..com.  - Isu kenaikan BBM yang dilontarkan Pemerintah tersebut akhirnya ditolak mentah mentah oleh Partai Hanura, Sebagaimana yang disampaikan ketua Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPR RI, Sunardi Ayub SH, Hanura tetap konsisten akan menolak kenaikan harga BBM tersebut.

Bahkan Sunardi Ayub Politi Asal NTB yang satu satunya menjabat sebagai Ketua Fraksi di DPR RI mengatakan sikap tegas Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto terhadap kebijakan pemerintah SBY terkait isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak bisa disimpulkan sebagai upaya menggulingkan pemerintah, namun itu adalah panggilan hati nurani rakyat.

 Menurutnya, Fraksi Partai Hanura dengan tegas menolak rencana kenaikan BBM subsidi per 1 April 2012 tersebut. "Karena masih banyak solusi yang bisa dikerjakan pemerintah," tukasnya.

Terlebih lagi, recana kenaikan BBM per 1 April 2012 mendatang itu bertentangan dengan konstitusi UUD 1945 Pasal 33 Ayat (3) dan kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi yang diatur dalam UU RI No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012, Pasal 7 ayat (4), penjelasan Pasal 7 ayat (4), Pasal 7 ayat (6).

Sejak kenaikan BBM di tahun 2008, Wiranto selalu mengingatkan kepada pemerintah, dan Presiden untuk konsisten terhadap kebijakan dan janjinya untuk tidak menaikan BBM dan akan mencari solusi lain yang paling tepat untuk mengatasi kenaikan harga minyak dunia.

 Salahsatu cara misalnya melakukan pembelian minyak hasil tambang tanpa perantara. "Karena sampai hari ini pembelian minyak masih menggunakan calo atau perantara, sehingga tidak langsung kepada produsen", tambah Sunardi

 Kebijakan menaikkan harga BBM, dianggap kebijakan yang dapat menyengsarakan rakyat kecil. Kebijakan ini, Saleh Husin menegaskan,  akan mengakibatkan berbagai harga lainnya akan ikut naik.

"Bahan pokok naik, sembako naik. Kenaikan ini, tentu  akan menyusahkan dan menambah penderitaan masyarakat secara luas. Bagi kami, Partai Hanura, ada cara lain untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor migas.Lakukan renegosiasi penjualan gas ke China serta efesiensi import minyak. Selain itu, management cost recovery agar dibenahi. Tanpa harus menaikkan BBM," kata Sunardi Ayub.

 Sunardi mengatakan Dia tidak sepakat dengan usulan kenaikan harga BBM  yang diwacanakan pemerintah. Mengingat, harga BBM yang diterapkan saat ini sudah ditetapkan  UU tentang APBN 2012.

Ia mengatakan, jika pemerintah ingin menaikkan harga BBM maka harus merevisi UU Nomor 22 tahun 2011 tentang APBN 2012.

 Bahkan sebelumnya Pengamat Ekonomi, Politik dan Hukum Ichsanudin Noorsy mengatakan pengertian subsidi dalam makna kapitalisme adalah belanja pemerintah untuk memproteksi kesejahteraan rakyat.

Oleh karena itu kapitalisme melarang subsidi dalam bentuk apapun dan harus dicabut.  “Namun bagi UUD 45 subsidi bukan seperti itu. Maka tidak ada larangan untuk pemerintah membelanjakan anggarannya untuk rakyatnya,” jelas Sunadi Ayub.

 Yang paling menyengsarakan negara ini bukanlah subsidi  yang dinikmati rakyat tapi kebocoran mulai dari input, proses dan output. Kebocoran APBN ini merupakan dampak dari kebocoran kosntitusi.

Yang jelas Lanjut Sunardi, jangan karena kemalasan dan ketidakmampuan mengatur subsidi, pemerintah menempuh jalan singkat menaikkan harga BBM lalu memberikan bantuan tunai.  Kenaikan harga BBM  jelas akan semakin membebani rakyat, lihat di negara ini masih banyak rakyat yang makan nasi aking, pengemis, yang tinggal dikolong jembatan, mana kesejahteraan untuk rakyat itu."tutur Sunardi Ayub. (Erwin Siregar)

 

 

SocialTwist Tell-a-Friend
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar