Rabu, 10 Maret 2010
Home Berita Nasional Pertemuan AFOC ke 7 Fokus Pada Keamanan Pasokan Batubara
Pertemuan AFOC ke 7 Fokus Pada Keamanan Pasokan Batubara PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 26 Juni 2009 07:10
Bali, Tambangnews.com.- Pertemuan ASEAN Forum On Coal (AFOC) ke 7 di Bali, Rabu (24/6/29) memberikan perhatian penting akan Keamanan pasokan (security of supply) batubara. Bahkan delegasi Malaysia menyatakan siap mengajukan proposal ASEAN Coal Security Agreement (ACSA) sebagaimana juga telah terjadi untuk ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA).

Dikutip dari situs ESDM para delegasi menyampaikan bahwa tuntutan akan jaminan atau keamanan pasokan batubara semakin dibutuhan bagi kawasan ASEAN. Selain akibat semakin besarnya permintaan batubara di ASEAN, keamanan pasokan juga dilandasi kenyataan bahwa permintaan akan batubara dunia juga terus semakin meningkat. Terutama permintaan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik.

Untuk kawasan ASEAN, porsi batubara dalam bauran energi (energy mix) saat ini mencapai 24 %. Porsi ini diperkirakan akan terus meningkat di waktu-waktu mendatang. Pada tahun 2015 porsi batubara dalam bauran energi di ASEAN mencapai sekitar 67 %. Porsi sebesar ini diantaranya untuk kebutuhan pembangkit listrik yang mencapai kapasitas sekitar 72,2 ribu MW.

Sebagaimana dipaparkan Dr Boonrod Sajjakulnukit, delegasi dari Thailand, bahwa batubara merupakan salah satu sumber energi yang efisien secara ekonomi dan tersedia dalam jumlah yang memadai. Negara-negara ASEAN, Amerika, Jepang, Eropa, India, China, Korea serta negara lain terus memanfaatkan batubara sebagai sumber energi.

Dijelaskannya Thailand akan menambah 2.800 MW pembangkit listrik hingga tahun 2021. Indonesia tengah melakukan program percepatan pembangkit listrik batubara 10.000 MW tahap I dan tahap II. Program pemanfaatan batubara untuk pembangkit listrik juga dilakukan oleh Myanmar, Laos, Kamboja.  ''ASEAN mendukung peningkatan produksi dan pemanfaatan batubara secara efisien dan berkelanjutan," jelas Boonrot.

"Philipina tengah meningkatkan kapasitas pembangkit listrik batubara dari 4.200 MW saat ini menjadi 16.000 MW. Vietnam mentargetkan kapasitas pembangkit listrik batubara mencapai 25.890 MW atau 53 % hingga tahun 2015. Malaysia meningkatkan pembangkit listrik batubara dari 17.622 MW menjadi 22.802 MW hingga tahun 2010." Urainya.(*/tn03)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Pesan Singkat

Archives
05/03 11:33indahda yang bisa ngasih tau gak, ijin pertambangan di Sumbawa ada berapa yah?
01/03 16:34beibbko bisea pertambangan di indonesia jd amburadul....cobajdnyasalahkan cpp
17/02 00:03IEANTolong upload PP no. 22 tahun 2010 dan PP no 23 tahun 2010 dong.
16/02 16:26ghifabos apa sudah punya PP pertambangan no. 22 tahun 2010
11/02 00:30ukyuu no 4 2009 ko sdh dilaksanakan sementara belum ada ppx
11/02 00:29ukytambang rakyat ko disamakan dgn tambangan besar
09/02 14:33Rulngga ngerti deh..
09/02 14:33Rulnggak nger ti deh..
03/02 12:46ajothe jak anjing!!
29/01 10:22akhmadpp uu no 4 2009 kapan keluarnya?

Agenda

March 2010
S M T W T F S
28 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3