Jumat, 03 September 2010
Home Berita Internasional Sekretariat International Renewable Energy Agency Berpusat Di Uni Emirat Arab
Sekretariat International Renewable Energy Agency Berpusat Di Uni Emirat Arab PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 01 Juli 2009 21:55

ABU DHABI, Tambangnews.com.- Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, telah terpilih untuk menjadi tempat sekretariat International Renewable Energy Agency (IRENA), sebagai organisasi internasional pertama yang telah memilih kota di Timur Tengah sebagai kantor pusatnya. IRENA akan berlokasi di Masdar City Abu Dhabi, kota netral-karbon, nirlimbah pertama yang seluruhnya diberdayakan oleh energi yang dapat diperbarui.

Untuk ditunjuk sebagai lokasi IRENA, UEA menghadapi persaingan sengit dari Jerman, Austria dan Denmark, yang semuanya merupakan para pemuka yang diakui dalam bidang energi yang dapat diperbarui. Sejak pendirian IRENA pada bulan Januari, negara kandidat telah terlibat dalam persaingan yang ketat. Namun demikian, kemampuan UEA untuk berfungsi sebagai jembatan antara dunia berkembang dan dunia yang sudah berkembang; daya tarik kota netral karbon pertama; dan komitmen yang melimpah terhadap dukungan keuangan dan politik, telah mengungguli sejumlah negara anggota organisasi baru.

"Ini merupakan prestasi besar bagi Uni Emirat Arab, tetapi yang lebih penting, ini adalah bukti kekuatan hubungan yang telah kami bina selama kampanye kami. Ini merupakan hal yang sangat penting bagi kami untuk menawarkan usulan yang berharga kepada IRENA, yang akan membantu badan ini mencapai sasarannya dengan cara melibatkan bangsa berkembang dan bangsa yang sudah berkembang," kata Yang Mulia Sheikh Abdullah Bin Zayed Al Nahyan, Menteri Urusan Luar Negeri Uni Emirat Arab. "UEA memiliki komitmen untuk bekerja dengan setiap negara anggota dan memenuhi kebutuhan IRENA yang mendesak demi menjamin peluncuran yang berhasil," demikian yang ditambahkan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab dalam siaran persnya.

Penawaran UEA untuk menjadi kantor pusat IRENA, merupakan pertama kali negara ini terlibat dalam upaya ambisius di ajang internasional. "Hal ini merupakan pengalaman yang sangat mendidik, dan telah mempererat ikatan dengan sesama anggota IRENA, yang akan memungkinkan kita bersama-sama memetik manfaat dari energi yang dapat diperbarui ini di semua benua," kata Dr. Sultan Al Jaber, Chief Executive Officer Masdar dan arsitek kunci pada penawaran UEA. Dia menambahkan, bahwa upaya UEA mendorong negara non-tanda tangan untuk bergabung dalam IRENA, tidak hanya memperkuat penawaran UEA, tetapi juga memperkokoh organisasi itu sendiri, yang tumbuh dari 75 negara anggota pada saat pendiriannya bulan Januari, kini mencapai lebih dari 130 negara.

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap IRENA, UEA menawarkan diri untuk mendukung badan ini dengan menghibahkan $136 juta selama periode enam tahun, sementara pada saat yang sama, juga mencakup semua biaya operasional tanpa waktu yang terbatas. Terlebih lagi, Dana Abu Dhabi untuk Pengembangan menghasilkan sumbangan khusus hingga US $50 juta per tahun untuk digunakan sebagai pinjaman dalam mendukung proyek energi yang dapat diperbarui di dunia berkembang.

Penawaran UEA menarik dukungan para tokoh utama internasional secara luas, termasuk Ban Ki Moon, Seketaris Jenderal PBB, Tony Blair, mantan Perdana Mentri Inggris, dan Dr. Rajendra K Pachauri, Nobel laureate serta Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (*/tn02).

SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Pesan Singkat

Archives
30/08 03:06davidRS
30/08 03:05davidrumah
30/08 03:05davidbiaya
30/08 03:05davidperkemnangan sakit
30/08 03:05davidrumah
30/08 03:05davidperkembangan
30/08 03:05davidbiaya
30/08 03:05davidperkembangan harga kaca mata
25/07 00:22Abraham Litinau * Abraham Litinau PT Pathi Resources yang telah mengantongi Ijin Eksploirasi dari Gubernur NTT telah melakukan pemboran kurang lebih di 44 titik di sekitar kawasan hutan Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti. Masyarakat Sumba Timur menolak keras karena gunung wanggameti adalah satu-satunya sumber air yang menghidupi manusia , binatang dan tumbuh-tumbuhan di wilayah itu. DPRD NTT melalui fraksi-Fraksi telah meminta Gubernur NTT untuk mencabut ijin eksploirasi Tambang rersebut karena tegakan hutan disumba hanya tersisa 6% .
24/07 23:02abraham litinaumohonh keseriuasan gubernur NTT dalam menanggapi persoalan tambgang di kawasan hutan lai wanggi wanggameti kab.sumba timur

Agenda

September 2010
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2