Minggu, 13 Juli 2014
Home Berita Daerah SPSI KSB Dukung Upaya Karyawan Buka Kembali Perjanjian Bersama Dengan PTNNT

Daerah

 
SPSI KSB Dukung Upaya Karyawan Buka Kembali Perjanjian Bersama Dengan PTNNT PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 21 Mei 2013 13:17

Taliwang, Tambangnews.com.- DPC Konfederasi SPSI Kabupaten Sumbawa Barat Benny Tanaya mendukung penuh karyawan PT.Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) untuk membuka kembali perjanjian bersama (PB) yang disepakati antara PT.NNT dan PUK KEP SPSI PT.NNT dimasa kepemimpinan Muhammad Syahril tahun 2011 lalu.

Menurut Benny melalui surat elektronik, Selasa (21/5) Perjanjian Bersama tersebut sangat melanggar ketentuan normatif sesuai penetapan pemerintah baik itu oleh Pegawai Pengawas Disnaker Provinsi, Disnaker Sumbawa Barat dan Menteri Tenaga Kerja Cq. Dirjen Pengawasan Tenaga Kerja RI tahun 2010 beserta Putusan Mahkamah Agung RI tahun 2012 lalu yang menetapkan dan memerintahkan agar PT.NNT membayarkan upah lembur sebagai upah kelebihan jam kerja karyawan untuk roseter kerja 5:2, 6:3 dan roster kerja 4:4.

"Penetapan pemerintah tersebut harus dieksekusi secara tuntas karena bersifat hukum tetap dan tidak bisa diperjanjikan apalagi ketetapan tersebut bersifat normatif," jelasnya.

Salah satu point penting yang perlu dilaksanakan oleh PT.NNT adalah membayar secara keseluruhan upah lembur karyawan sesuai penetapan pemerintah sejumlah lebih dari 150 Miliar, karena dalam PB yang diperjanjikan bahwa PT.NNT hanya membayar sebesar 27 juta gross net per karyawan non staff dan itupun dibayarkan juga kepada karyawan berstatus staff. Artinya jika dihitung dari jumlah 27 juta gross net yang dibayarkan oleh PT.NNT kepada karyawan sesuai PB tersebut maka bisa dihitung bahwa PT.NNT masih memiliki sisa pembayaran yang harus dibayarkan disesuaikan dengan jumlah penetapan pemerintah apalagi PB tersebut dibuat sangat melanggar ketentuan normatif.

"Jika tidak dibayarkan maka konsekwensinya adalah pidana berkaitan dengan kelalaian perusahaan untuk memenuhi hak-hak yang semestinya didapat oleh karyawan PT.NNT," terang Benny.

DPC KSPSI KSB mendorong agar karyawan PT.NNT dapat memahami hak-haknya secara utuh karena telah memberikan kewajiban untuk meningkatkan produktifitas perusahaan yang sangat besar. Perjanjian yang disepakati antara SPSI sebelumnya dengan PT.NNT itu belum tuntas pada pokok pembayaran kekurangan upah lembur dan masih tersisa dengan nilai cukup besar yang harus diterima oleh karyawan walaupun sudah di Perjanjikan melalui PB tersebut, karena penetapan pemerintah hingga pada putusan mahkamah agung sudah sangat terang benderang memerintahkan PT.NNT dapat mengeksekusi pembayaran itu.

"Kemudian kami berharap kepada PT.NNT dapat membuka diri dengan baik, bijaksana untuk memperjelaskan permasalahn ini kepada karyawan, ini tidak lain untuk menciptakan hubungan harmonis antara pekerja dan perusahaan dengan konsep perusahaan untung pekerja sejahtera," tutupnya. (sn02)

SocialTwist Tell-a-Friend
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar