|
Oleh Administrator
|
|
Rabu, 01 Juli 2009 21:53 |
|
Banda Aceh, Tambangnews.com. - Aceh masih kekurangan listrik dan perlu pasokan dari pembangkit listrik tenaga air Sicanang, Sumatera Utara serta beberapa diesel di masing-masing daerah.
Seperti dilansir oleh situs kominfo total kebutuhan listrik untuk Aceh sebesar 255 megawatt, sekitar tiga perempat atau hampir 180 megawatt dipasok dari sistem interkoneksi wilayah Sumatera Utara. Pembangkit di Nagan Raya yang dibangun PLN adalah PLTU di desa Suak Puntong, Kabupaten Nagan Raya dengan kapasitas 2000 mega watt, mungkin baru dua tahun lagi (2011) dapat dialirkan, karena saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Kehadiran PLTU Nagan Raya sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan krisis energi listrik di Aceh. Namun pemilik PLTU itu, Media Group belum mendapatkan titik temu tentang harga batu bara dengan Pemkab Nagan Raya sehingga pembangunan PLTU itu dihentikan sementara. Informasi yang diperoleh Newsroom dari Zulkifli Makri,SPd, Bidang Komunikasi dan Informasi di Nagan Raya, Rabu (1/7) menyebutkna, pemda menghentikan secara paksa eksploitasi batu bara karena pihak Media Group masih belum mau membayar harga batu bara yang ditetapkan 30 dolar AS. Mereka minta harga batu bara diturunkan menjadi 17 dolar dengan alasan krisis global. Pihak Media Group telah berhutang Rp 1 miliar kepada Pemkab Nagan Raya, kata Zulkifli. Masyarakat sangat mengharapkan PLTU di Nagan Raya segera beroperasi karena terjadi pemadaman listrik setiap malam dan ini tidak hanya mengganggu perekonomian, tetapi juga meresahkan masyarakat, ujarnya. (bipnewsroom/tn04)
|
Efeknya adalah getaran di dalam dari ...
Saya sejak 2001 melakukan penelitian ...
ada baiknya mari sama2 kita pertimban...